Program Jembatan Garuda TNI AD Diresmikan Presiden, Akses Desa di Malang Kini Lebih Cepat
Malang - Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Turus, Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam memperlancar aktivitas ekonomi warga antar desa.
Sebelum jembatan tersebut dibangun, masyarakat harus menempuh perjalanan memutar hingga sekitar satu jam untuk membawa hasil pertanian menuju pasar atau pusat aktivitas ekonomi di desa seberang. Kondisi tersebut sering kali menjadi kendala bagi warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Kini, dengan keberadaan jembatan yang membentang sepanjang 143 meter, waktu tempuh warga dapat dipangkas menjadi sekitar 15 menit, sehingga distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan logistik masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien.
Peresmian jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan Jembatan Garuda TNI Angkatan Darat yang diresmikan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melalui video conference, Senin (9/3/2026).
Kegiatan di wilayah Kabupaten Malang dipusatkan di lokasi jembatan dan dihadiri Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P., serta jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu pemerintah dalam membuka akses wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Menurut Danrem, dengan terbukanya akses transportasi yang lebih cepat dan aman, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat desa dapat berkembang lebih baik serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah secara bertahap. (*)

Posting Komentar